Youth Adventure & Youth Leaders Forum (YA & YLF 2015) Gerakan Mari Berbagi

Rabu, April 20, 2016




Selamat Hari Kartini Wahai Perempuan-Perempuan Tangguh dengan karakter keibuannya GMBers….

Kurang lebih satu tahun lamanya sejak mengenal dan menjadi bagian dari keluarga ini. Gerakan Mari Berbagi telah mengubah hidupku. Tidaklah berlebihan jika aku mengatakan bahwa inilah rumah bagi Pemuda-Pemudi Seluruh Nusantara yang akrab disebut sebagai “Manusia Diatas Rata-Rata” untuk mengadu dan rumah bagi kami untuk berkembang, rumah bagi penggerak perubahan yang memberikan kebermanfaatannya bagi lingkungan sekitar dan selalu menginspirasi setiap langkah perjuangannya.
Tepatnya setahun lalu, perjalanan menemukan teman-teman luar biasa diforum yang mengubah cara pandangku dan membentuk aku yang baru dimulai. Anak perempuan yang katanya jutek, manja dan kerjaannya hanya membaca buku saja memberanikan diri untuk mengikuti forum kepemimpinan skala Nasional untuk pertama kalinya. Youth Adventure and Youth Leaders Forum 2015 sebuah pengalaman yang membentuk karakterku menjadi manusia yang berbeda bahkan kedua orang tuaku mempertanyakan ada apa denganku selepas forum. Entahlah aku tidak bisa menjelaskannya lebih detail. Karena GMB kedua orang tuaku bahkan pernah tidak menghubungiku selama satu minggu penuh bukan karena tidak peduli, namun karena saking percayanya denganku bahwa aku tidak akan berbuat kular dari aturan beliau. “Don’t Judge The Book By it Cover or whatever it called”. Sepertinya aku bertransformasi menjadi orang yang berbeda (Macam Power Rangers haha). Aku menjadi bagian dari 46 Pemuka Pemuda Indonesia setelah berjuang mengikuti seleksinya dengan banyaknya rintangan yang mesti dihadapi.
Dari Bali berangkat sendiri menuju Jakarta, tidak punya teman, bermodal uang, google map dan tidak ingin merepotkan oang lain. Ini memang bukan kali pertamaku mengunjungi Jakarta. Namun karena pada saat itu sanak saudara pulang ke Bali karena adanya Upacara umat Hindu jadi harus benar-benar mandiri.  

Selamat Hari Kartini untuk seluruh Kartini-Kartini Muda Indonesia :)

Aku Korbankan Merayakan Hari Raya Nyepi Bersama Keluarga Untuk Final Seleksi YA & YLF 2015 di Jakarta
Lolos dari seleksi administrasi membuatku harus berjuang ketahap selanjutnya yaitu seleksi final yang terdiri dari beberapa jenis seleksi. Tahun 2015 lalu tepatnya pertengahan bulan Maret, seleksi final bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Salah satu Upacara besar umat Hindu yang datangnya satu tahun sekali. Namun setelah berdiskusi dengan bapak ternyata bapak menyarankan aku untuk ikut seleksi di Jakarta secara langsung daripada melalui telp atau via Skype. Karena keinginanku yang kuat untuk menjadi bagian dari GMB. Aku berangkat 2 hari lebih awal dari hari seleksi berlangsung karena satu hari sebelum Hari Raya Nyepi Bandara Ngurah Rai ditutup selama 24 jam karena Hari Raya Pengrupukan. Berangkat sendiri membawa koper yang isinya dipenuhi dengan Jajanan dan baju adat Bali. Hanya sedikit baju yang ku bawa karena mengingat aku disana hanya 4 hari. Yaaa… baju adat Bali yaitu Tari Kembang Girang aku bawa untuk ditampilkan di seleksi final yang berlangsung di Gedung Kemenpora, Jakarta. Tidak disangka, aku memiliki teman baru disana sehingga aku memutuskan untuk menginap ditempatnya sampai hari seleksi tiba, kebetulan dia juga mengikuti seleksi ini. Senang sekali masih bisa menikmati suasana Nyepi di Jakarta walaupun tidak semeriah di Bali. Aku yang tidak membawa sendal jepit memakai sepatu dengan baju adat Bali menuju Monas haha. Di Monumen Nasional terdapat pegelaran Ogoh-Ogoh yang dilombakan dan diikuti oleh pemuda-pemuda pura disekitaran Jakarta. Senang rasanya, tidak disangka pada saat itu bertebaran satu persatu aku bertemu dengan teman lama semasa SMA yang kebetulan kuliah di Jakarta. Rasanya senang sekali, “No Homesick”. Ini kali pertamanya aku merayakan Nyepi sekian kiometer jauhnya dari rumah tanpa keluarga. Berkesan dan terukir indah dalam pikiran. Ok itu sedikit basa basinya haha..’
Seleksi tahap akhir ini diluar dugaan, aku kira hanya wawancara biasa. Ternyata banyak post yang mesti dilalui. Pakaianku yang smart casual sepertinya kurang cocok haha. Bangun pagi-pagi untuk berdandan, semuanya lunturrrr (Make Upnya ga berlebihan kok haha). Kita dibagi menjadi beberapa kelompok dan secara bergiliran satu persatu masuk untuk di tes. Mulai dari post Visi-Misi, Bahasa Inggris, Afirmasi, FGD, Olahraga (fisik) dan Seni-Budaya. Mungkin dari berbagai tes yang dilalui dari pagi sampai malam ini yang paling berkesan adalah fisik. Jujur aku memang suka Jogging tetapi beberapa minggu menjelang seleksi aku tidak latihan namun diluar dugaan aku bisa melaluinya dengan lancar bahkan aku dieluhkan oleh peserta perempuan lainnya karena tes fisik ini hitungan yang aku dapatkan hanya selisih 5-8 poin hitungan saja dari laki-laki haha. Sumpah rasanya seperti mau mati saat harus lari 20 kali putaran lapangan Kemenpora, dilanjut shit up, push up, jumping dan lupa lagi namanya haha. Hadiahnya kaki terasa kaku dan sakit selama satu mingguan.

Selepas seleksi aku menuju bandara lebih awal sebelum acara ditutup karena pesawatku yang jadwalnya sudah mepet. Aku berkejaran dengan waktu ditambah macetnya Jakarta yang tidak bisa diprediksi. Sesampainya di Bandara, waktu check in sudah lewat dan aku harus membawa koperku kedalam pesawat karena akan segera take off. Gregetetttt banget kan, sumpah takut banget ketinggalan pesawat karena ga mungkin berangkat besoknya karena harus kuliah dan senin itu ada praktikum. Pulang ke Bali optimis hasilnya pasti tidak mengecewakan. Sampai pengumuman sudah dirilis aku masih tidak percaya ternyata usahaku tidak sia-sia. Aku menjadi keluarga GMB dan siap untuk mengikuti Youth Adventure dan Youth Leaders Forum pada bulan April 2015.
Youth Adventure & Youth Leaders Forum “Selamat Datang Manusia Diatas Rata-Rata”
Sambutan yang luar biasa, akupun mulai bisa mandiri ! ku katakan dengan lantang kepada kedua orang tuaku, aku ingin ke Semarang untuk mengikuti YA. Kembali berangkat siang hari dan menuju tempat penyambutan dengan bantuan teman setia “Google Map” dan bapak taxi haha.

Jalan-jalan singkat di Kota Semarang :)

Entahlah apa yang akan aku dapatkan di forum ini, kita liat nanti. Begitulah kira-kira terlintas dalam benakku saat menuju kota Semarang yang katanya romantis ini. Di Bandara aku dijemput oleh kakak-kakak yang juga bagian dari GMB. Aku belum mengenal mereka namun mereka adalah keluargaku di GMB. Tidak ada rasa khawatir sedikitpun, bahkan aku merasa aman dan terlindungi tsahhh…Pada saat itu aku memilih menginap di tempat teman yang kukenal di UNDIP sebelum menuju tempat penyambutan keesokan harinya. Di tempat penyambutan aku termasuk peserta yang kerajinan. Masih sepi dan peserta lain belum sampai. Aku ingat sekali pada saat itu pertama kali aku bertemu dengan kak Leo dan kak Dadie. Dua teman seperjuangan GMB dari Palu, Sulawesi Tengah. Petjahhhh kebetulan ibuku dari Palu, Sulawesi Tengah. Nyambunglah kita bertiga mengobrol santai menunggu acara dimulai. Walaupun baru saling mengenal tetapi rasanya kita sudah mengenal sejak lama. Sungguh atmosphere luar biasa dari GMB.
Sampai semua peserta hadir didalam ruangan kita langsung dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi tantangan untuk berbelanja disekitar lingkungan tersebut dengan uang dan waktu yang terbatas. Belum kenal baik dengan peserta satu kelompok kita harus berlarian menuju warung-warung untuk berbelanja dan memasak untuk makan bersama satu kelompok. Menu seadanya dengan peralatan masak yang juga terbatas kita makan bersama dengan penuh kekeluargaan.
Beberapa kegiatan di acara pembukaan berlangsung. Bangun pagi-pagi utnuk berolahraga, perkenalan tentang GMB, para alumni, board member dan sambutan-sambutan. Setelah itu tibalah saatnya Youth Adventure menuju Jakarta dalam waktu 2 hari dengan uang 100 ribu.
Selama perjalanan aku bersama 2 rekan lain (Pandu dan Didim) menuju Jakarta menggunakan berbagai cara menumpang kendaraan pick up, truck tronton besar, truck buah, becak, dan pastinya jalan kaki sekian kilometer dengan beban depan-belakang. Tidak boleh mengeluh namun pastinya rasa lelah menghantui. Tetapi harus tetap dijalani.
Menginap di pos polisi, masjid, kehujanan malam-malam, meminta-minta makanan gratis di warung dan mengamen adalah kegiatan yang kita lakukan untuk bertaham hidup selama perjalanan. Tidak lupa kami berbuat sesuatu untuk masyarakat sekitar ketika perjalan kami. Berbagi walaupun dalam keterbatasan, dengan uang 100 ribu tersebut kami memberikan bapak-bapak becak bubur yang saat itu dijual dipinggir jalan. Perjalanan ini sungguh berkesan bagiku. Sebenarnya banyak hal yang ingin kuceritakan selama perjalanan namun terlalu menyakitkan untuk melanjutkan dan mengatakan bahwa orang baik itu memang banyak namun orang yang tulus dan ikhlas membantu malahan berasal dari kalangan menengah kebawah. Sungguh rasanya geram melihat orang-orang yang mampu untuk membantu kami saat itu memalingkan pandangan dan merendahkan kami layaknya pengemis yang hina. SAKIT HATI ! marah, kesal dan beberapa kali keluar dari mulutku “Betapa sombongnya orang ini”. sungguh dilemma jika mengingat ini. mungkin kalian ingin merasakan bagaimana rasanya pengalamanku ini dengan mengikuti YA GMB yang sangat berkesan ini, banyak pelajaran dan hal-hal yang akan mengubah hidupmu kawan…
Salah satu pos polisi di Pekalongan

Sharing tentang perjalanan YA



































Aku belajar banyak hal selepas YA, lebih bersyukur terhadap segala hal yang kita punya karena “kau akan melihat bahwa selama perjalanan kehidupanmu jauh lebih baik dan diinginkan oleh orang lain saat kau mengidamkan kehidupan orang lain”. Begitu dalam goresan kesan yang terukir dalam hati ini yang akan ku ingat sampai akhir hayat. 




Youth Leaders Forum

Sesampainya di PPON Cibubur, aku melihat sisi lain dari kehidupan Jakarta. Sepertinya memang aku tidak cocok menjadi orang Jakarta. Aku yang terlahir dikeluarga yang protektif ini diajarkan sejak kecil untuk berpikir logis dan kritis penuh perhatian. Sehingga aku dan dua teman seperjuanganku yang dicoba untuk “ditipu” oleh bapak angkot saat itu ku tanyakan mengapa dan mau diajak kemana kita, berusaha untuk menanyakan bapaknya namun walaupun dengan sopannya aku bertanya bapaknya malah mengajakku berdebat dan marah-marah tidak jelas. Kalau kata kak Didim “Welcome to Jakarta”. Ok Fine ! tiba-tiba gue kalem. Kita turun “aku membisu karena bapak angkot” dan naik angkot lainnya menuju PPON Cibubur.
Di tempat ini berlangsung pelatihan selama kurang lebih satu minggu. Mulai pagi-pagi buta sampai tengah malam. Setiap harinya GMB mendatangkan pembicara yang luar biasa. Menunjukkan semangat seorang pemuda. TERKESIMA ! ternyata inspiring leaders tepat waktu. Jujur di Bali jangan harap budaya ini ditemukan ups “niat nyindir siapa tau sadar”.
Catatan kecil tak beraturan yang kutulis saat forum dan masih kusimpan rapi :)

Dari sini pembentukan karakterku dimulai. Terinspirasi dari beberapa mentor yang hadir melahirkan pribadi baru para Pemuda yang hadir pada pelatihan ini. sungguh luar biasa. Teman-teman yang kedjehhnya badai sampai budaya menjadi seorang pemimpin itu seperti apa, aku dapatkan di forum ini. Keluarga baru penuh dengan toleransi. Aku tidak merasa bahwa aku merasa dikucilkan sebagai minoritas yang beragama Hindu. Kita merangkul satu sama lain, tidak ada suku dan agama yang memisahkan kita. Kita adalah bangsa Indonesia dari seluruh penjuru Nusantara. Beberapa inspiring leaders yang hadir pada saat itu adalah Hambar Riyadi (Executive Director of Anak Wayang Indonesia), Richard Cronin (Experienced Business Person), Imam Nahrawi ( Ministry of Youth and Sports, Indonesia), Dede Prabowo, Yenny Wahid, Dini Fitria, Jeff Herbert (Program Director of Australia Awards Initiative), Suraiya Kamaruzzaman, Nicolas Nico Kanter ( President Director PT Vale Indonesia), Bambang Widjojanto, Anna Winoto, Siti Musdah, Heri Chairansyah, Fauzan Febriansyah, Yuniyanti Chuzaifah, Devi Asmarani, Ahmad Fuadi, Diastika Rahwidiati, Citra Aulia, Adri Rizki Putra, Destriani Nugroho, Inayah Wahid, Kate Shanahan, Furqan AMC, DY Suharya, Atria Rai Irchyam, YoshiwatariTyas Wahyu, Mattew Mercer, Ratih Amri, Jane Thomason, Jock Fairweather, Eko Prasojo dan masih banyak lagi. Mereka adalah orang-orang hebat yang mampu memberikan suntikan semangat pada kami semua. Pengusaha, Pemimpin, Penulis, Konsultan Bisnis. Dosen, Inisiator Yayasan sampai istri pejabat yang juga inspiring leader kami penuh inspirasi mengajarkan kami sejak dini untuk menjadi calon istri pejabat dengan table manner yang baik dan benar hahaaa. 

Karena tidak membawa buku Negeri 5 Menara, aku meminta tandatangan Ahmad Fuadi di buku GMB 
Forum ini adalah forum yang mengajarkanku bahwa memang benar berbagi itu seperti bernafas (Diana, 2015). Tidak akan ada habisnya jika engkau masih diberikan kesempatan untuk bernafas maka berbagilah seberapapun hebatnya kamu didunia ini. Tidak hanya dalam bentuk uang namun menginspirasi orang lain adalah salah satu cara berbagi yang sangat berarti. Menjadi pemimpin, Semua Orang Bisa ! namun tidak semua pemimpin mau memberikan ilmu dan pengalamannya kepada calon pemimpin masa depan walaupun ilmunya tersebut harus tergerus oleh generasi muda dan menularkan semangatnya tanpa henti. Disini kutemukan keluarga yang tidak henti-hentinya menginspirasi dan membentuk karakterku menjadi lebih baik.
Kertas Lagu yang masih aku simpan :D

Sampai buku GMB tidak luput dari coretan haha

Kertas Tisu yang aku tulis menggambarkan hal-hal yang aku dapatkan di GMB :)

Apa kata mereka tentang Widia  :D


Ingin merasakan Atmosphere GMB yang sesungguhnya ? Ayoo kawan tunggu apalagi. Bergabunglah menjadi keluarga besar GMB dalam YA & YLF 2016 ! We hire You !

#I Share Therefore I am
#SelamatHariKartini (21 April 2016)





You Might Also Like

0 komentar

Paling Banyak Dibaca

Subscribe