
Kak Gia adalah teman baikku yang berasal dari Tanggerang Banten. Terhitung lebih dari 2 tahun kami tidak berjumpa. Terakhir Kak Gia dan aku bertemu, mengobrol banyak, dan bercerita tentang kehidupan yang semakin terasa complicated saat kami sama-sama mengikuti Forum Indonesia Muda. Sedang, aku kenal dengan Kak Gia pertama kali di kegiatan kerelawanan saat aku masih menjadi mahasiswa, VTIC (Volunteerism Teaching Indonesian Children).
![]() | |
| Kak Gia, Kak Retno, Ara, Widia |
Sangat senang rasanya dalam hati ini sempat degdegan, Kenapa?
Kak Gia memakai cadar. Bukan, hal ini sama sekali tidak menggangguku apalagi takut bergaul dengan beliau. Kak Gia adalah salah satu panutanku dalam tegas menentukan pilihan. Keputusan Kak Gia menjadi lebih Sholeha dalam berpenampilan tentunya mendamaikan hati dan tentunya membuktikan bahwa memang beliau tegas dengan keputusannya, perubahan itu kearah yang lebih baik.
Kak Gia makin memotivasi dan mengispirasi untuk menjadi lebih baik serta membuat perubahan dalam diri. Tentunya lebih tegas dalam menentukan tujuan dan perubahan itu.
Bersama dengan lima anak didiknya di Ibad Ar Rahman Islamic Boarding School yang kebetulan mengikuti lomba di 5th International Young Inventors Award September 2018 lalu di Sanur, Bali. Hal yang membanggakan adalah anak didiknya memenangkan Gold Award dibidang Inovasi Pembelajaan Kreatif bidang Fisika.
Dari pengamatanku, Kak Gia memang Guru Panutan #zamannow, bagaimana tidak?
Cara beliau mengapresiasi siswa, bahan ajar yang menarik sehingga Fisika tidak terlihat seram, Feedback yang membangun untuk anak didiknya, dan lainnya dibidang yang sedang beliau tekuni menjadi seorang Guru sekaligus wakil kepala sekolah. Tentunya, menjadi seorang guru tidaklah mudah karena mereka berusaha semaksimal mungkin untuk memahami murid-muridnya disamping menyigapkan diri menyiapkan materi pembelajaran. Ini keren banget, disamping bimbingan dan support Kak Gia sebagai guru pembimbing, semangat yang anak-anak tunjukan saat bertemu denganku, semakin meyakinkan bahwa energi yang disebarkan Kak Gia kepada mereka sungguh positif.
Berkesempatan untuk #NongkrongBerfaedah dengan
Kak Gia karena sudah lama tidak berjumpa, tetapi kali ini juga bukan
hanya anak didik beliau yang belajar dari pengalamanku tetapi juga aku
yang sangat terkesan dengan betapa kritisnya dibandingkan dengan aku
saat seumuran mereka. Zaman memang berbeda dan aku pun senang bisa belajar dan menebar manfaat lebih luas lagi kepada orang lain walaupun banyak yang mengelukan kami "berbeda".
Sharing bukanlah hal yang mudah bagiku apalagi dalam konteks kami menyakini ajaran agama yang berbeda sehingga mesti sangat hati-hati dalam memilih pesan yang ingin disampaikan, memilah kata, memahami nilai toleransi values masing-masing, dan gaya penyampaian, tetapi akan terus kulatih sehingga bisa memberikan manfaat bagi orang lain disekitar. Karena aku sangat yakin, bahwa ilmu akan menjadi berharga jika bermanfaat bagi lingkungan kita.
Senang rasanya tetap menjaga hubungan baik ini, mudah-mudahan kita bisa berjumpa lagi dilain kesempatan. Teruslah berprestasi dan meraih impian!
Kesukaan terhadap buku membawaku menjadi bagian dari tim BiBiT Project, karena mengisi waktu luang sungguh menyenangkan jika bisa berbagi, bersenang-senang, dan juga menebarkan energi positif kepada anak-anak.
BiBiT Project adalah pilot project untuk menumbuhkan minat baca anak-anak di sekitar wilayah Karangasem. Project perpustakaan keliling khususnya ditunjukkan untuk beberapa sekolah yang memiliki keterbatasan akses terhadap buku dan juga fasilitas sekolah.
Minggu lalu kami mengunjungi dua sekolah. Kegiatan kami secara umum adalah menyediakan buku bacaan untuk anak-anak. Selain memberikan kesempatan anak-anak untuk membaca buku-buku yang kami sediakan, kami juga mencoba menumbuhkan suasana membaca yang menyenangkan, bercerita bersama, bermain dan memotivasi anak-anak untuk bersemangat menempuh pendidikan untuk masa depan yang lebih baik walaupun dengan fasilitas yang terbatas.
BiBiT Project adalah pilot project untuk menumbuhkan minat baca anak-anak di sekitar wilayah Karangasem. Project perpustakaan keliling khususnya ditunjukkan untuk beberapa sekolah yang memiliki keterbatasan akses terhadap buku dan juga fasilitas sekolah.
Minggu lalu kami mengunjungi dua sekolah. Kegiatan kami secara umum adalah menyediakan buku bacaan untuk anak-anak. Selain memberikan kesempatan anak-anak untuk membaca buku-buku yang kami sediakan, kami juga mencoba menumbuhkan suasana membaca yang menyenangkan, bercerita bersama, bermain dan memotivasi anak-anak untuk bersemangat menempuh pendidikan untuk masa depan yang lebih baik walaupun dengan fasilitas yang terbatas.
























































